Home / Peristiwa / Tragedi di Batipuh: Tebing Cadas Runtuh, Satu Pekerja Meninggal Dunia

Tragedi di Batipuh: Tebing Cadas Runtuh, Satu Pekerja Meninggal Dunia

Sumbar Bersuara — Tragedi memilukan terjadi di area galian C pasir cadas di Jorong Kapuah, Nagari Tanjung Barulak, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Senin (6/10/2025). Seorang pekerja bernama Ali Umar (55) meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tebing setinggi belasan meter saat sedang bekerja.

Kejadian naas itu berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB. Saat korban tengah mengumpulkan pasir di dasar tebing, material cadas tiba-tiba runtuh tanpa tanda-tanda peringatan. Tumpukan pasir, batu, dan tanah langsung menimbun tubuhnya hingga tak terlihat. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat mendengar teriakan minta tolong sebelum suara korban hilang tertelan gemuruh longsoran.

Upaya penyelamatan berlangsung dramatis. Petugas BPBD Tanah Datar bersama aparat kepolisian dan warga sekitar berjuang keras mengevakuasi korban dengan bantuan alat berat. Setelah lebih dari dua jam pencarian, sekitar pukul 12.13 WIB, jasad korban berhasil ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan langsung dibawa ke Puskesmas terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Warga setempat mengenang Ali Umar sebagai sosok pekerja keras dan dikenal ramah di lingkungan Nagari Tanjung Barulak. Ia menggantungkan hidup dari mengambil pasir dan bertani di wilayah tersebut. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

Kapolsek Batipuh menyatakan bahwa lokasi kejadian kini telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Dugaan sementara, longsor terjadi akibat kondisi tebing yang labil dan aktivitas galian tanpa pengaman yang memadai.

Peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap kegiatan galian C di Tanah Datar. Banyak lokasi tambang yang diduga beroperasi tanpa izin atau tanpa memperhatikan standar keselamatan kerja, sehingga membahayakan para pekerja di lapangan.

Pemerintah daerah diminta segera bertindak tegas menertibkan aktivitas galian yang tidak memenuhi aturan. Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik hasil tambang yang bernilai ekonomi, ada nyawa yang dipertaruhkan demi sesuap penghidupan.

Kini, suasana duka masih menyelimuti Jorong Kapuah. Tangis keluarga dan warga mengiringi kepergian Ali Umar — pekerja sederhana yang tewas di tempat ia berjuang mencari rezeki dari perut bumi.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *