Sumbar Bersuara, Padang — Fenomena mekarnya bunga bangkai kembali terjadi di Palupuh, Kabupaten Agam. Tanaman langka yang muncul di Jorong Sitingkai, Nagari Koto Rantang itu dilaporkan mekar untuk keenam kalinya sepanjang tahun 2025, menarik perhatian warga maupun pengunjung yang ingin melihat langsung dari dekat.
Bunga bangkai tersebut mulai mekar pada Selasa (11/11/2025). Hingga Kamis (13/11/2025), meski masih terbuka, kelopaknya terlihat mulai menguncup. Heru Novriandi, pemandu wisata setempat, menyebutkan bahwa kemunculan kali ini menjadi catatan keenam tahun ini di kawasan yang sama, meski titik tumbuhnya berbeda-beda.
“Tahun ini sudah enam kali mekar. Sebelumnya ada yang muncul pada Maret dan Juni,” ujar Heru.
Lokasi mekarnya bunga langka ini berada sekitar 18–19 kilometer dari pusat Kota Bukittinggi. Perjalanan menggunakan sepeda motor memakan waktu sekitar 20–30 menit, tergantung kondisi jalan. Pengunjung harus melewati jalur berkerikil dan tanah bergelombang, dengan pemandangan ladang, tebing, dan semak belukar di sisi kiri dan kanan jalan.
Setibanya di kawasan tersebut, pengunjung harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki dari sebuah dangau menuju titik mekarnya bunga, yang berjarak sekitar tiga menit.
Menurut Heru, pada hari pertama dan kedua, aroma khas bunga bangkai tercium hingga 50 meter. Namun memasuki hari ketiga, bau tersebut hampir tidak tercium lagi kecuali jika diarahkan ke bagian dalam bunga.
Saat mekar sempurna, kelopak bunga berwarna merah marun dan pucuk spadix menjulang setinggi sekitar 2,5 meter dengan warna kecoklatan. Memasuki hari ketiga, beberapa bagian kelopak mulai berubah menjadi kecoklatan, menandai proses mekarnya yang hampir selesai. Heru juga memastikan bahwa proses penyerbukan telah berlangsung di hari pertama dan kedua.
Walau bau khasnya mulai hilang, warna kelopak yang masih mencolok dan ukuran bunga yang menjulang tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang ke Palupuh untuk menyaksikan langsung keunikan flora langka ini.










