Sumbar Bersuara, Padang Pariaman – Setelah dinyatakan hilang selama tiga hari, Amir (52), warga Korong Sungai Dandang, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Amal, akhirnya ditemukan dalam keadaan lemah namun masih hidup di tepi Sungai Batang Gasan, Senin (10/11/2025) pagi.
Penemuan tersebut menjadi akhir pencarian panjang yang dilakukan sejak pagi oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek IV Koto Aur Malintang, perangkat nagari, serta warga setempat. Sekitar pukul 09.30 WIB, salah satu warga yang ikut mencari melihat sosok terbaring di semak dekat sungai. Setelah didekati, ternyata benar sosok itu adalah Amir yang hilang sejak Jumat lalu.
“Kondisinya lemah dan tanpa pakaian, tapi masih bernapas,” ujar seorang warga yang ikut dalam pencarian.
Menurut keluarga, Amir meninggalkan rumah pada Jumat siang tanpa memberi tahu tujuan. Saat malam tiba, ia tak kunjung kembali sehingga keluarga mulai khawatir. Setelah dua hari melakukan pencarian mandiri tanpa hasil, keluarga akhirnya melapor ke Polsek IV Koto Aur Malintang pada Minggu malam (9/11).
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek IV Koto Aur Malintang, Iptu Muhammad Basir, segera mengerahkan seluruh personelnya untuk membantu pencarian. “Sejak laporan diterima, kami langsung bergerak bersama perangkat nagari dan masyarakat. Setiap jam sangat berarti dalam situasi seperti ini,” ungkap Basir.
Tim kemudian menyisir sejumlah lokasi yang diperkirakan dilalui korban, termasuk ladang, hutan kecil, dan sepanjang aliran Sungai Batang Gasan. Pencarian dilakukan secara manual mengingat medan yang sulit dilalui kendaraan.
Sekitar satu jam setelah pencarian dimulai, Amir ditemukan dalam kondisi lemah di pinggir sungai. Diduga, selama menghilang korban tersesat dan bertahan hidup di alam terbuka tanpa makan dan minum cukup.
Proses evakuasi dilakukan secara manual dengan tandu darurat dari sarung. Polisi dan warga bergantian memanggul korban sejauh dua kilometer menuju titik yang bisa dijangkau kendaraan. Setelah itu, Amir dibawa ke Puskesmas Batu Basa untuk mendapatkan perawatan.
Tim medis menyebutkan bahwa Amir mengalami kelelahan berat, dehidrasi, serta kekurangan nutrisi setelah diduga tidak makan selama lebih dari tiga hari. “Kondisinya stabil, namun masih lemah dan memerlukan rawat inap untuk pemulihan,” kata seorang petugas medis.
Hingga Senin sore, Amir masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Batu Basa. Pihak keluarga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada aparat kepolisian serta masyarakat yang telah membantu pencarian.
Kapolsek Iptu Muhammad Basir juga mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat. “Sinergi antara polisi, pemerintah nagari, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pencarian ini,” ujarnya.










