Home / Headline / Pembangunan IPA Taban 3 di Palukahan Dapat Kucuran Dana Rp308 Miliar, Terbesar di Indonesia Tahun 2026

Pembangunan IPA Taban 3 di Palukahan Dapat Kucuran Dana Rp308 Miliar, Terbesar di Indonesia Tahun 2026

Sumbar Bersuara – Perumda Air Minum Kota Padang akan segera merealisasikan proyek besar dalam peningkatan layanan air bersih bagi masyarakat. Pada tahun 2026 mendatang, perusahaan daerah tersebut akan membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) Taban 3 di kawasan Palukahan, Kecamatan Koto Tangah, dengan kapasitas mencapai 200 liter per detik.

Pembangunan proyek yang menelan dana Rp308 miliar ini menjadi program Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) dengan anggaran terbesar di Indonesia untuk tahun anggaran 2026. Dana tersebut bersumber dari bantuan pemerintah pusat berkat perjuangan Anggota DPR RI Zigo Rolanda yang konsisten memperjuangkan proposal dari Perumda Air Minum Padang.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terwujudnya proyek tersebut. Menurutnya, pembangunan IPA Taban 3 juga akan dilengkapi dengan jaringan perpipaan sepanjang 18 kilometer dari Palukahan menuju Simpang Alai, Kecamatan Padang Timur, untuk memperkuat pasokan air ke IPA Gunung Pangilun yang melayani sekitar 50 ribu pelanggan.

“Setelah IPA Taban beroperasi, produksi di IPA Gunung Pangilun akan dihentikan sementara untuk perbaikan karena fasilitasnya sudah tidak layak sejak gempa 2009 lalu,” jelas Hendra dalam kunjungan kerja bersama Anggota DPR RI Zigo Rolanda dan Wali Kota Padang Fadly Amran di IPA Gunung Pangilun, Selasa (7/10).

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyebut pembangunan SPAM tersebut sebagai langkah penting menuju Kota Padang yang lebih sehat dan cerdas. “Penambahan kapasitas 200 liter per detik ini akan memperkuat pelayanan air bersih bagi masyarakat. Air bersih adalah pondasi utama untuk mewujudkan kota sehat dan sejalan dengan program Padang Kota Pintar,” ujarnya.

Sementara itu, Zigo Rolanda menuturkan bahwa perjuangan untuk mewujudkan proyek ini memakan waktu panjang dan penuh tantangan. Ia mengungkapkan bahwa pada awalnya dana yang diajukan hanya Rp75 miliar, namun setelah melalui pembahasan mendalam bersama Komisi V DPR RI dan Kementerian PUPR, pemerintah akhirnya menyetujui alokasi sebesar Rp308 miliar.

“Ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo, dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk air bersih yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan dan energi nasional,” ujar Zigo.

Dengan terealisasinya proyek ini, diharapkan distribusi air bersih di Kota Padang semakin merata dan mampu menjawab tantangan kebutuhan air bersih di masa depan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *